MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA
(Studi Kasus Pasar Siantan Indah, Pontianak Utara)
Ditulis untuk mata kuliah Apresiasi & Kritik Arsitektur.
Sebuah pasar, layaknya seperti yang ungkapkan pepatah lama, “ada gula ada semut”. Artinya dimana terdapat permukiman penduduk, demikian juga keberadaan pasar, akan terbentuk secara peripheral. Masyarakat-masyarakat khususnya masyarakat kota, akan sangat bergantung pada keberadaan pasar. Dengan alasan bahwa pasarlah yang dapat menyediakan kebutuhan hidup terutama kebutuhan primernya.
Secara umum pasar dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing-masing golongan memiliki sistemnya masing-masing. Dan yang perlu dicatat bahwa hingga saat ini baik keberadaan, peran ataupun eksistensinya dari sebuah pasar masih dirasakan oleh masyarakat. Keduanya memiliki persamaan dalam hal tujuan, yaitu pasar difungsikan sebagai tempat transaksi barang-barang dan jasa.
Ketika kita melihat sejenak sebuah pasar tradisional, interaksi antara pedagang dengan pembeli terjadi secara langsung. Hal ini membuka kemungkinan bagi keduanya untuk berkomunikasi dengan baik. Selain itu, munculnya pasar-pasar berkonsep modern terus berkembang , mulai dari minimarket, supermarket dan hypermarket dengan konsep yang ditawarkan seperti, interaksi yang intens antara orang dan barang, serta sarana dan prasarana yang dikondisikan untuk melayani para pembeli dengan sebaik-baiknya.
Kendati demikian, persaingan pasar tradisional dengan pasar modern tidaklah terhenti begitu saja, dikarenakan pasar tradisional melibatkan banyak orang dan berbagai kepentingan. Dan dapat dilihat bahwa pasar tradisional masih tergolong sebagai sesuatu yang masih dibutuhkan, dengan alasan bahwa:
Pertama, pasar tradisional pada umumnya orientasinya dekat dengan permukiman penduduk sehingga ia akan menjadi alternatif pertama bagi orang-orang yang akan berbelanja secara rutin (harian), belanja secara mingguan ataupun belanja secara bulanan.
Kedua, harga lebih murah daripada harga-harga yang ada di pasar modern.
Ketiga, umur sayuran dan buah-buahan umumnya lebih segar, karena waktu penjualan terhadap waktu pemetikan tidak terlalu lama.
Aktivitas yang ada pada pasar tradisional secara garis besar adalah aktivitas jual-beli (transaksi barang dan jasa) disertai negosiasi sebelumnya, persiapan yang dilakukan pedagang sebelum menggelar dagangannya serta aktivitas lain yang terkait barang dan jasa. Sedangkan orang-orang yang terlibat didalamnya sangat beragam, baik dari segi latar belakangnya maupun dari segi SARA.
Dan dengan sebab-sebab tersebut diatas, maka kecenderungan permasalahan yang sedang dihadapi oleh pasar tradisional (kasus Pasar Siantan Indah) adalah jumlah dan keberagaman orang-orang yang ada di pasar tersebut. Dengan jumlah orang yang banyak, dan tidak dikedalikan oleh sistem yang sehat, menjadikan pasar tersebut sangat tidak teratur.
Secara terperinci, masalah yang timbul akibat ketidakteraturan sistem dengan peran sebagai pengontrol orang banyak antara lain:
-
Rasa aman rendah bagi pembeli, baik ketika sedang berbelanja atau meninggalkan kendaraan di tempat parkir.
-
Kekumuhan meningkat, dikarenakan rasa memiliki ataupun tanggung jawab terhadap pasar sangat rendah. Sehingga kebanyakan tindakannya tidak berdasarkan pada kesadaran.
Selain itu, secara fisik permasalahan lain yang dihadapi adalah, antara lain:
-
Suasana yang tidak nyaman, karena pada saat siang hari, sengatan sinar matahari langsung menembus dan vegetasi tidak ditemukan ditempat tersebut.
-
Cuaca hujan yang sering terjadi dan dengan prasarana tidak cukup baik, air hujan tersebut tergenang dijalan-jalan dan mengakibatkan kerusakan.
Sehingga dapat dipahami bahwa permasalahan utama yang dihadapi pasar tradisional adalah kurangnya pengendalian sistem yang ada di pasar. Pengendalian ini tentunya terkait juga dengan pengendalian terhadap banyak orang sebagai pelaku langsung yang menerima suatu manfaat.
Sistem-sistem yang ada hingga saat ini adalah sistem yang terbentuk atau terpola secara alamiah seiring dengan berkembangnya pasar mulai dari saat pasar tersebut terbentuk. Namun sistem itu masih belum menyeluruh dalam skala pasarnya, melainkan masih dalam skala yang kecil atau kelompok-kelompok tertentu. Ataupun yang terjadi, pasar terlebih dahulu terbentuk kemudian sistem yang masuk dan akibatnya yang terjadi adalah ketidak-efektifan sistem yang diterapkan.
Pengendalian sistem yang perlu dilakukan harus mencakup semua, seperti sistem organisasi, sistem operasional dan sistem fisik. Urutan pertama yang terangkai adalah sistem organisasi yaitu pengorganisasian semua elemen yang terlibat dalam pasar tersebut. Pengorganisasian ini berguna untuk menentukan visi dan misi bersama, kemanakah arahnya? Apakah manfaatnya bagi setiap anggota orgaisasi? Serta bagaimana menjalankannya?, itu semua adalah kesepakatan bersama. Jadi apapun tindakan dan tujuan masing-masing harus memperhatikan kesepakatan bersama. Tentunya kesepakatan itu adalah kesejahteraan bagi semua dan sistem pengorganisasian juga dapat berperan sebagai bahan evaluator bagi semua orang yang terlibat.
Setelah sistem organisasi tebentuk, sistem operasional selanjutnya dapat di tentukan. Operasional menyangkut kegiatan-kegiatan yang ada dipasar bagi setiap pedagang atau lainnya. Sistem operasional memperhatikan kegiatan yang dilakukan selama para pedagang berdagang serta kegiatan diluar jam/waktu perdagangan yang terjadi sebelum ataupun sebelum aktivitasnya tersebut. Contoh lain adalah kontribusi sampah dan limbah, operasionalnya juga seharusnya sudah terkelola melalui sistem organisasi.
Dari kedua sistem diatas, sistem lainnya adalah sistem fisik. Sistem fisik dibuat berdasarkan pertimbangan sistem organisasi maupun sistem operasional. Sistem fisik meliputi ruang, struktur, pergerakan, kualitas cahaya, warna, tekstur, pemandangan dan lain-lain. Keberadaanya dapat dirasakan melalui indra pada umumnya apakah pasar tersebut nyaman, aman dan lain-lain sesuai dengan standar bagi kenyamanan publik.
Dengan pengendalian sistem-sitem tersebut, eksistensi sistem akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dan jika sistem tidak berjalan ataupun diterapkan dengan baik, maka permasalahan pasar tradisional terutama yang terkait dengan terlibatnya banyak orang, tidak akan terhenti dan dapat memperparah permasalahan yang ada.