Posted by: cihooi | September 20, 2008

Ramadhan: Bulan Penuh Berkah

RAMADHAN

Bulan Penuh Berkah

Katalog Dalam Terbitan

Ramadhan: Bulan Penuh Berkah / Alih Bahasa: Masrur Chudlori

Original: Ramadhan: The Blessed Month of Islam, The Light, Inc. 2006

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, PT

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Ramadhan: Bulan Penuh Berkah merupakan kumpulan tulisan mengenai bulan Ramadhan, yaitu bulan suci umat Islam. Kumpulan tulisan dalam buku ini mengulas sisi-sisi bulan Ramadhan dalam berbagai pandangan penulis. Antara lain kita dapat membaca kenangan masa kecil salah seorang penulis yang begitu indah di bulan Ramadhan dalam Mengenang Ramadhan. Juga kisah mengharukan yang menyentuh hati dalam Kisah-Kisah Ramadhan. Buku ini juga mengulas bagaimana dahsyatnya Malam Lailatul Qadr, Malam Seribu Bulan.

Kumpulan tulisan dalam buku ini akan menggugah hati kita, menyadarkan kita akan betapa mulia dan indahnya bulan Ramadhan – bulan yang dirindukan kedatangannya dan membuat berat hati kita untuk melepas kepergiannya. Inspirasi yang Anda petik dengan membaca buku ini akan membuka hati Anda untuk menyambut kebesaran dan keagungan Allah, serta berkah-Nya yang melimpah di bulan nan suci ini. (book statement) Read More…

Posted by: cihooi | September 13, 2008

MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA

MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA

(Studi Kasus Pasar Siantan Indah, Pontianak Utara)

Ditulis untuk mata kuliah Apresiasi & Kritik Arsitektur.

Sebuah pasar, layaknya seperti yang ungkapkan pepatah lama, “ada gula ada semut”. Artinya dimana terdapat permukiman penduduk, demikian juga keberadaan pasar, akan terbentuk secara peripheral. Masyarakat-masyarakat khususnya masyarakat kota, akan sangat bergantung pada keberadaan pasar. Dengan alasan bahwa pasarlah yang dapat menyediakan kebutuhan hidup terutama kebutuhan primernya.

Secara umum pasar dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing-masing golongan memiliki sistemnya masing-masing. Dan yang perlu dicatat bahwa hingga saat ini baik keberadaan, peran ataupun eksistensinya dari sebuah pasar masih dirasakan oleh masyarakat. Keduanya memiliki persamaan dalam hal tujuan, yaitu pasar difungsikan sebagai tempat transaksi barang-barang dan jasa.

Ketika kita melihat sejenak sebuah pasar tradisional, interaksi antara pedagang dengan pembeli terjadi secara langsung. Hal ini membuka kemungkinan bagi keduanya untuk berkomunikasi dengan baik. Selain itu, munculnya pasar-pasar berkonsep modern terus berkembang , mulai dari minimarket, supermarket dan hypermarket dengan konsep yang ditawarkan seperti, interaksi yang intens antara orang dan barang, serta sarana dan prasarana yang dikondisikan untuk melayani para pembeli dengan sebaik-baiknya.

Kendati demikian, persaingan pasar tradisional dengan pasar modern tidaklah terhenti begitu saja, dikarenakan pasar tradisional melibatkan banyak orang dan berbagai kepentingan. Dan dapat dilihat bahwa pasar tradisional masih tergolong sebagai sesuatu yang masih dibutuhkan, dengan alasan bahwa:

Pertama, pasar tradisional pada umumnya orientasinya dekat dengan permukiman penduduk sehingga ia akan menjadi alternatif pertama bagi orang-orang yang akan berbelanja secara rutin (harian), belanja secara mingguan ataupun belanja secara bulanan.

Kedua, harga lebih murah daripada harga-harga yang ada di pasar modern.

Ketiga, umur sayuran dan buah-buahan umumnya lebih segar, karena waktu penjualan terhadap waktu pemetikan tidak terlalu lama.

Aktivitas yang ada pada pasar tradisional secara garis besar adalah aktivitas jual-beli (transaksi barang dan jasa) disertai negosiasi sebelumnya, persiapan yang dilakukan pedagang sebelum menggelar dagangannya serta aktivitas lain yang terkait barang dan jasa. Sedangkan orang-orang yang terlibat didalamnya sangat beragam, baik dari segi latar belakangnya maupun dari segi SARA.

Dan dengan sebab-sebab tersebut diatas, maka kecenderungan permasalahan yang sedang dihadapi oleh pasar tradisional (kasus Pasar Siantan Indah) adalah jumlah dan keberagaman orang-orang yang ada di pasar tersebut. Dengan jumlah orang yang banyak, dan tidak dikedalikan oleh sistem yang sehat, menjadikan pasar tersebut sangat tidak teratur.

Secara terperinci, masalah yang timbul akibat ketidakteraturan sistem dengan peran sebagai pengontrol orang banyak antara lain:

  • Rasa aman rendah bagi pembeli, baik ketika sedang berbelanja atau meninggalkan kendaraan di tempat parkir.

  • Kekumuhan meningkat, dikarenakan rasa memiliki ataupun tanggung jawab terhadap pasar sangat rendah. Sehingga kebanyakan tindakannya tidak berdasarkan pada kesadaran.

Selain itu, secara fisik permasalahan lain yang dihadapi adalah, antara lain:

  • Suasana yang tidak nyaman, karena pada saat siang hari, sengatan sinar matahari langsung menembus dan vegetasi tidak ditemukan ditempat tersebut.

  • Cuaca hujan yang sering terjadi dan dengan prasarana tidak cukup baik, air hujan tersebut tergenang dijalan-jalan dan mengakibatkan kerusakan.

Sehingga dapat dipahami bahwa permasalahan utama yang dihadapi pasar tradisional adalah kurangnya pengendalian sistem yang ada di pasar. Pengendalian ini tentunya terkait juga dengan pengendalian terhadap banyak orang sebagai pelaku langsung yang menerima suatu manfaat.

Sistem-sistem yang ada hingga saat ini adalah sistem yang terbentuk atau terpola secara alamiah seiring dengan berkembangnya pasar mulai dari saat pasar tersebut terbentuk. Namun sistem itu masih belum menyeluruh dalam skala pasarnya, melainkan masih dalam skala yang kecil atau kelompok-kelompok tertentu. Ataupun yang terjadi, pasar terlebih dahulu terbentuk kemudian sistem yang masuk dan akibatnya yang terjadi adalah ketidak-efektifan sistem yang diterapkan.

Pengendalian sistem yang perlu dilakukan harus mencakup semua, seperti sistem organisasi, sistem operasional dan sistem fisik. Urutan pertama yang terangkai adalah sistem organisasi yaitu pengorganisasian semua elemen yang terlibat dalam pasar tersebut. Pengorganisasian ini berguna untuk menentukan visi dan misi bersama, kemanakah arahnya? Apakah manfaatnya bagi setiap anggota orgaisasi? Serta bagaimana menjalankannya?, itu semua adalah kesepakatan bersama. Jadi apapun tindakan dan tujuan masing-masing harus memperhatikan kesepakatan bersama. Tentunya kesepakatan itu adalah kesejahteraan bagi semua dan sistem pengorganisasian juga dapat berperan sebagai bahan evaluator bagi semua orang yang terlibat.

Setelah sistem organisasi tebentuk, sistem operasional selanjutnya dapat di tentukan. Operasional menyangkut kegiatan-kegiatan yang ada dipasar bagi setiap pedagang atau lainnya. Sistem operasional memperhatikan kegiatan yang dilakukan selama para pedagang berdagang serta kegiatan diluar jam/waktu perdagangan yang terjadi sebelum ataupun sebelum aktivitasnya tersebut. Contoh lain adalah kontribusi sampah dan limbah, operasionalnya juga seharusnya sudah terkelola melalui sistem organisasi.

Dari kedua sistem diatas, sistem lainnya adalah sistem fisik. Sistem fisik dibuat berdasarkan pertimbangan sistem organisasi maupun sistem operasional. Sistem fisik meliputi ruang, struktur, pergerakan, kualitas cahaya, warna, tekstur, pemandangan dan lain-lain. Keberadaanya dapat dirasakan melalui indra pada umumnya apakah pasar tersebut nyaman, aman dan lain-lain sesuai dengan standar bagi kenyamanan publik.

Dengan pengendalian sistem-sitem tersebut, eksistensi sistem akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dan jika sistem tidak berjalan ataupun diterapkan dengan baik, maka permasalahan pasar tradisional terutama yang terkait dengan terlibatnya banyak orang, tidak akan terhenti dan dapat memperparah permasalahan yang ada.

Posted by: cihooi | September 13, 2008

A for Architecture

Untuk arsitektur…

Posted by: cihooi | September 6, 2008

Guru Goblok Ketemu Murid Goblok

GURU GOBLOK KETEMU MURID GOBLOK;
Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rachim

Katalog Dalam Terbitan
GURU GOBLOK Ketemu MURID GOBLOK, Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rahim / Imam Supriyono
Surabaya: SNF Consulting, 2008
xviii + 285 halaman 110 x 180 mm

Menjadi entrepreneur dan investor sukses cara orang goblok, segelas air kencing jaminan hutang, sembelih saja anakmu!, jika mau bunuh diri, dasar anjing!, entrepreneur kondom bocor, nyontoh Starbuck dan Air Asia, guru bisnis sekaligus murid bisnis, untuk guru dan dosen juga, pake tuh otak, hua ha ha…
Perjalanan panjang membutuhkan perbekalan yang memadai. Demikian pula perjalanan panjang Anda, para entrepreneur dan investor, dalam membangun perusahaan berkelas dunia. Ada masa-masa indah dan manis, tentu ada pula masa-masa berat: goncangan ekonomi, krisis finansial, stress, nyaris bunuh diri.
Buku ini mencoba mempersiapkannya. Agar Anda tetap tegar menghadapi segala goncangan. Bahkan, makin besar goncangannya, semakin kokohlah perusahaan yang Anda bangun. Persis seperti anak sekolah goblok yang tetap rajin masuk sekolah walaupun berkali-kali tetap tidak naik kelas.
Tidak cukup hanya dengan ketegaran. Suatu saat Anda juga butuh semacam “viagra”. Agar “bertegangan tinggi” dalam membesarkan perusahaan. Selalu bersemangat tinggi dalam membangun perusahaan yang tumbuh konsisten dari generasi ke generasi. Yaa… buku ini adalah “viagra”-nya.
Materi yang ada pada buku ini memang berintikan inspirasi bagi Anda entrepreneur dan investor. Sumber inspirasi utama buku ini adalah dari pemikiran Pak Abdul Rachim, seorang notaris-investor yang biasa dipanggil Pak Rohim. Namun demikian, karena sepenuhnya ditulis oleh sang penulis, maka disana-sini dilengkapi dengan penjelasan atau narasi materi dari berbagai sumber… (book statement)

Sebuah seri pembakar semangat terutama bagi para investor dan entreprener, dengan joke-joke segar seputar pengalaman-pengalaman ketika belajar-mengajar bisnis di lingkungan real. Kegoblokan seorang murid yang secara lamban belajar dan terlalu banyak mengulangi kesalahannya, namun ia tetap ngotot bahwa ia mampu untuk melewati pelajaran tersebut. Sebagai sebuah parameter keberhasilannya dapat diukur atas apa yang telah diperolehnya; sebelum belajar belum bisa, maka sesudah belajar sudah sewajarnya bisa! Akan tidak wajar apabila setelah belajar masih belum bisa. Read More…

Posted by: cihooi | September 6, 2008

The Stupid Mans

THE STUPID MANS
Orang-Orang Bodoh yang Menggemparkan Dunia

Katalog Dalam Terbitan
THE STUPID MANS: Orang-orang bodoh yang menggemparkan dunia/Hotimah.
Yogyakarta: Cermerlang Publishing, Mei 2008
203 halaman

Bodoh bukan berarti gagal, pintar juga tidak berarti sukses. Kebodohan dan kepintaran adalah sesuatu yang relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita memandangnya. Seseorang yang pintar bisa saja menjadi bodoh dalam suatu hal. Dan begitu pula seseorang yang bodoh bisa menjadi pintar dalam hal yang tidak kita sangka. Seseorang tidak mungkin pintar dalam semua hal dan seseorang bodoh tidak mungkin juga bodoh dalam segala hal. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan akal dan pikiran, jauh lebih tinggi derajatnya dari makhluk lain.
Kegagalan bukan akhir dari segalanya, namun kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Sebut saja Edison, ia baru berhasil menemukan bola lampu setelah mengalami 2000 kegagalan. Ketika seorang wartawan mewawancarainya, Edison menjawab “Aku tidak satu kalipun gagal, hanya saja aku melewati 2000 tahap untuk menciptakannya”. (book statement)
Dengan judul yang cukup ‘seksi’ penulis mencoba memikat pembacanya untuk menjelajahi lebih jauh bagaimana mungkin orang-orang ‘bodoh’ tersebut dapat menggemparkan dunia? Klaim, setidaknya persepsi orang-orang kebanyakan kepada tokoh ‘bodoh’ tersebut pada masa-masa awal pembentukan intelektualitas dan karirnya dapat dikatakan memojokkan orang-orang besar tersebut.
Uraian penulis dimulai dari sains, politisi dan pengusaha, perfilman, sastra dan musik, serta para atlet. Diantaranya Albert Einstein dengan teori relitivitasnya, Isaac Newton dengan teorema-teorema fisika modern, Thomas Alva Edison dengan temuan-temuan yang ‘seabreg’, Charles Darwin dengan petualangan dan pendokumentasian alam, Wiston Churchill dengan pengalaman perang dan kekuasaannya di Inggris, Aristotels Onassis dengan bisnis tembakau, kapal dan memperistri janda-nya John F. Kennedy, Marilyn Monroe dengan simbol fulgarnya, Sylvester Stallone dengan peran ototnya, Leo Tolstoy, Leon Marcus, Beethoven, serta Pete Seibert dan Babe Ruth.
Seperti pada pernyataan buku tersebut, mereka hanya lemah pada satu sisi, namun tidak lemah pada sisi lain. Kendati demikian, terlalu singkat untuk dapat menyimpulkan bahwa tokoh-tokoh tersebut dapat dikatakan ‘bodoh’. Sebut saya Sir Isaac Newton, walaupun terlahir sebagai bayi prematur pada literatur lain, namun ia lebih tertarik pada eksperimen-eksperimen sejak kecil terhadap gejala-gejala fisika. Dan ia sampai dengan akhir hayatnya sangat berpengaruh terutama bagi Inggris sebagai seorang jenius. Sehingga ada anekdot, “Newton dapat menemukan teori-teori gravitasi dan gaya setelah memikirkan ketika apel jatuh tepat dikepalanya, namun bagai mana dengan kita? Mungkin kita senang hanya cukup untuk memakan apel tersebut…”
Kendati terlalu singkat untuk memaparkan ‘biografi’ tokoh-tokoh tersebut, dapat dilihat benang merah antara satu tokoh dengan lainnya. Ya, sikap tegap terhadap cemoohan kebanyakan orang dan pantang menyerah untuk melakukan hal yang diyakininya benar dan menarik minatnya. Dan pada akhirnya juga, kebanyakan publik dapat mengakui kelebihan-kelebihan mereka jauh diatas kekurangannya.
Ini merupakan sebuah analogi Samson dengan kekuatan super namun kelemahannya cukup ‘menggelikan’! bulu ketiaknya. Sebagai manusia pula, mereka adalah tokoh dengan prestasi yang besar dengan menyertakan sedikit ‘kebodohan’ (atau lebih tepatnya disebut sebagai kegagalan).
Bagaimana kalau kita menilik sejenak ‘titik kelemahan’ para punggawa sejarah dan belajar dari kegigihannya? Let’s check it!

Posted by: cihooi | September 2, 2008

Bidadari Paderi

BIDADARI PADERI

Katalog Dalam Terbitan

Bidadari Paderi/Syaiful Ardi Imam, Lc.

Jakarta: Penerbit Republika, 2007

iv + 392 halaman 20.5 x 13.5 cm

Jauhari, lahir dan tumbuh dalam masyarakat Minangkabau yang kuat memegang adat pada masa berkembangnya gerakan Paderi dalam rentang waktu 1800-1830an.

Sebagai kader gerakan Paderi yang bermimpi membangun masa depannya, ia juga ingin menikah dengan Nilam, seorang teman guru mengaji yang dikaguminya. Namun, mimpi itu menjadi berantakan karena sebuah persekongkolan jahat yang membuatnya terusir dari kampung.

Dalam perantauan di Bukittinggi, ia menghadapi masalah besar. Jauhari terlibat perdagangan ganja. Ia tertangkap pasukan Paderi dan terancam hukuman mati di tiang gantungan. (book statement)

Kisah tentang pemuda dalam memaknai hidup, dimulai dari pencarian cita-citanya… hidup tiada terinjak, dalam hangat sakinahnya keluarga… harap akan ke-syahid-an.

Dewasa sebagai yatim piatu dari seorang ayah pejuang Paderi yang menjadikan hartanya sebagai penyokong gerakan tersebut, oleh karena perjuangan ayahnya tersebut menjadikannya ia dibesarkan oleh Amak dan Apaknya (kakek dan neneknya) di sebuah kampung dengan ciri sebagian besar masyarakatnya adalah para petani.

Dengan kasih sayang amak dan apaknya ia tumbuh sebagai pemuda yang masuk kedalam katagori pemuda “tak berbakat bertani”. Kendati demikian, amaknya mendidik ia dengan baik agamannya. Hal itu menjadikannya merasa bahwa bertani bukanlah jalannya untuk memperbaiki “prestise”, sehingga ia memutuskan untuk merantau ke Bukittinggi dalam rangka berniaga.

Diluar dari rencananya, ketertarikan keluarga gadis yang selama ini menarik hatinya untuk meminang pemuda tersebut dikarenakan akhlaqnya, dipertimbangkan oleh pemuda tersebut cukup matang. Namun, sejauh ini ia belum “PD” untuk menyetujui rencana pernikahan yang selama ini sering terbesit dalam benaknya. Dalam jiwanya ia menginginkan hal tersebut, tetapi di sisi lain ada sesuatu yang perlu ia raih, dimana ia bisa berbuat banyak hal kebaikan dengan itu. Kekayaan, keberhasilan dalam perniagaan dari keringatnya sendiri seperti ayahnya terdahulu… Read More…

Posted by: cihooi | September 2, 2008

Aku Beriman Maka Aku Bertanya

AKU BERIMAN, MAKA AKU BERTANYA

Kajian-Kajian Masuk Akal dan Masuk Hati Untuk Meraih Iman Sejati

Katalog Dalam Terbitan

Diterjemahkan dari bagian pertama Losing My Religion: A Call for Help karangan Jeffrey Lang

Amana Publications, Beltsville, Maryland

2004

Penerjemah: Agung Prihantono

PT. SERAMBI ILMU SEMESTA

April 2007

Jika ditanya mengapa Prof. Jeffrey Lang masuk Islam dua dasawarsa silam, jawabannya singkat saja: Al-Qur’an. Bacalah

al-Qur’an dengan terus bertanya, niscaya segala tanya akan terjawab. Itulah pengalaman tak terlupakan dari Prof. Lang, sebuah dialog ruhani yang menantang sekaligus menyejukkan. Berbagai gugatan dan kegelisahan akalnya

terjawab secara meyakinkan dalam al-Qur’an.

Kini – Islam menjadi agama paling pesat perkembangannya di Amerika, terbesar kedua setelah Kristen, dan paling gencar dicitrakan buruk – giliran sang profesor yang digugat untuk menjawab. Generasi Islam setelahnya mengalami banyak kesukaran untuk merengkuh Islam ditengah-tengah budaya sekuler. Merekapun melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis, bahkan subversif, seputar Islam: autentisitas al-Qur’an, sifa-sifat Allah, derita manusia dan keadilan Allah, kenabian Muhammad dan pernikahan beliau, pemindahan kiblat, serta dinamika keberagaman muslim kontemporer lainnya.

Apa adanya, objektif, dan tak mengelak dari kontroversi. Itulah gaya Prof. Lang menjawab pertanyaan. Menurutnya, pertanyaan rasional tidak merongrong iman. Justru, untuk menggapai iman sejati, kita harus membebaskan diri dari tradisi dan memeriksa keyakinan-keyakinan kita secara rasional. Jawaban-jawaban Prof. Lang tidak hanya logis dan tak terbantahkan, tapi juga menyegarkan iman lewat penuturan pengalaman-pengalaman spiritualnya.

Buku ini mengulas banyak pertanyaan yang dianggap tabu dilontarkan di masjid-masjid atau forum-forum keagamaan konservatif. Uniknya, banyak penanya di buku ini yang mengakhiri pertanyaan mereka dengan kekhawatirkan dianggap ateis atau subversif kepada Tuhan. Ini artinya, mereka bertanya karena masih beriman dan butuh alasan meyakinkan; karena mereka mengaktifkan akal dalam mengimani Allah.… (book statement)

Bukankah Nabi Ibrahim memohon kepada Allah menunjukkan bukti kekuasaan-Nya? Demikian pinta Sang Nabi untuk meneguhkan keyakinan-keyakinannya akan ketauhidan Allah. Apa yang Allah tunjukkan pada Ibrahim AS? Beliau diperintahkan Allah untuk mencari 4 ekor binatang bersayap (bangsa burung) yang masing-masing berbeda, memenggal kepalanya dan menempatkan badan dan kepala binatang-binatang tersebut pada puncak bukit yang berbeda dan saling bersilangan…. Diperintahkan padanya beliau untuk memanggil bangkai-bangkai burung yang telah terpenggal kepala dan badannya…. Read More…

Posted by: cihooi | August 27, 2008

That 1st I feel about UNDIP

Tepatnya adalah tadi siang dan hari yang lalu (26 dan 27 Agustus 2008), merupakan hari dimana bagi saya untuk mengalami rasa sebagai mahasiswa UNDIP. Cape, sudah barang tentu namun hal itu tidaklah seberaba dibandingkan dengan “perasaan lain” yang lebih menyenangkan, terharu, bangga (mungkinkah?).

Dalam salah satu materi acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UNDIP, dalam motivasinya cukup saya ingat; “semua orang capek, kerja capek, belajar capek, terlebih nganggur… capek juga bukan? namun dari itu semua, yang terpenting adalah capek tersebut berkualitas atau tidak? Apa sesungguhnya (terutama hal positif) yang dapat diperoleh dari capek?”

Setelah acara penerimaan mahasiswa baru di lingkungan UNDIP khususnya di fakultas Teknik-nya seharian, badan ini rasanya capek, namun pikiran saya tidak. Saya ingin mulai dari saat ini melanglang dunia imaginasi, dan menceritakan pada pembaca… ini adalah perdana saya!

Mungkin bagi sebagian orang atau entahlah bagi mereka bahwa hal ini tidaklah dianggap terlalu penting. Masuk ke Fakultan Teknik di Undip bagi saya memiliki makna tersendiri, terlebih lagi saya punya catatan “pribadi” tentang angan ini sejak lama. Dahulu kala (yang pastinya bukan jaman megalithicum), saya UMPTN (sekarang SMPTN) di Universitas Tanjungpura Pontianak untuk lintas regional ke Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. Skenarionya, pilihan utama adalah di UNDIP (Arsitektur) dan pilihan kedua adalah ke Teknik Sipil UNTAN. Walhasil, pilihan di UNDIP ga diterima… ternyata juga Teknik Sipil di UNTAN untuk kali ini tidak membuka peluang untuk bergabung.

Yup, itu kisah yang terjadi pada saya ketika bulan Agustus 2003 (hitung-hitung sudah lima tahun yang lalu). Mungkin wajar saja, toh juga saya dari SMK (walaupun negeri tepatnya SMKN 4 Pontianak) yang ga pernah ikut Primagama, Ganeca Operation (tahun dikit itu sepertinya belum ada di Ponti), atau bimbel lain-lain dan sebagainya. Walaupun sewaktu di SMK dulu saya bisa pada peringkat pertama dikelas selama enam semester (tiga tahun) sampai dengan lulus, juga ya… biasa saja sewaktu saya dapat peringkat pertama dari kelas 3 sewaktu kelulusanku…

Nasib, waktu itu kurang beruntung karena program PMDK (sekarang PSSB) seangkatan saya tidak dijalankan sekolah (yang jelas informasinya tidak jelas), namun tidak demikian dengan adik kelas saya (mungkin karena sistem disekolah sudah mendingan) mereka dengan mudah masuk ke universitas dengan modal prestasi sekolahnya melalui PMDK…

Diluar “kesedihan” itu, setidaknya saya bersyukur karena minat saya adalah Arsitektur bukan Sipil hingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk di Program Studi Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP). Saya percaya, arsitek salah satu karir profesional yang sedari dulu telah saya pancangkan.

Begitulah, hingga akhirnya saya memilih untuk tetap studi di Teknik Arsitektur Undip. Sekarang saya ada disana, jalan yang saya tuju dengan rute yang lain…

Sederhananya saya merasa bahagia di UNDIP (apakah hanya saat ini saja?), diantaranya dapat dilihat dari mulai kesiapan panitia dalam sistem seleksi mahasiswa baru, sampai dengan penyelenggaraan kegiatan PMB (orientasinya). Sistem yang sistematis, terukur, disiplin tercermin dari kegiatan yang diadakan panitia. Walaupun dari segi umur mereka (panitia dari “kakak kelas”) lebih muda tiga bahkan enam tahun dari saya, saya dapat dengan berbesar hati mengatakan bahwa mereka adalah pemuda-pemudi yang hebat!

Acara “PELANGI” di Fakultas Teknik UNDIP sangat baik, banyak manfaat dan “inovatif”. Saya merasakan sekali suatu atmosfer bahwa di Undip cukup hangat, sehingga… kali ini saya adalah bagian dari Undip dari sekian banyak mozaik-mozaik yang dari kejauhan akan terlihat sama.

Semangat DIPONEGORO !!! Jaya TEKNIK !!!

Posted by: cihooi | August 26, 2008

It’s Me: Jaen l Arifn

Salam,

Saya Jaen l Arifn, sementara sedang studi di Arsitektur UNDIP dari program DIII.

Semua ini tentang hal-hal dimana hati saya tertarik untuk membahas, mata saya berbinar interest, fikiran saya meletup-letup ‘tuk menari diatas tuts…

Singkat, yup dikarenakan CV saya juga hanya beberapa baris…

Kadang (kadang-kadang, soalnya masih numpang di Wnet) online di YM dengan nick cihooi (cihooi@yahoo.com)

atau juga di cihooi.mail@gmail.com

please Read! Jaen l Arifn is writing.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.