Tepatnya adalah tadi siang dan hari yang lalu (26 dan 27 Agustus 2008), merupakan hari dimana bagi saya untuk mengalami rasa sebagai mahasiswa UNDIP. Cape, sudah barang tentu namun hal itu tidaklah seberaba dibandingkan dengan “perasaan lain” yang lebih menyenangkan, terharu, bangga (mungkinkah?).
Dalam salah satu materi acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UNDIP, dalam motivasinya cukup saya ingat; “semua orang capek, kerja capek, belajar capek, terlebih nganggur… capek juga bukan? namun dari itu semua, yang terpenting adalah capek tersebut berkualitas atau tidak? Apa sesungguhnya (terutama hal positif) yang dapat diperoleh dari capek?”
Setelah acara penerimaan mahasiswa baru di lingkungan UNDIP khususnya di fakultas Teknik-nya seharian, badan ini rasanya capek, namun pikiran saya tidak. Saya ingin mulai dari saat ini melanglang dunia imaginasi, dan menceritakan pada pembaca… ini adalah perdana saya!
Mungkin bagi sebagian orang atau entahlah bagi mereka bahwa hal ini tidaklah dianggap terlalu penting. Masuk ke Fakultan Teknik di Undip bagi saya memiliki makna tersendiri, terlebih lagi saya punya catatan “pribadi” tentang angan ini sejak lama. Dahulu kala (yang pastinya bukan jaman megalithicum), saya UMPTN (sekarang SMPTN) di Universitas Tanjungpura Pontianak untuk lintas regional ke Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. Skenarionya, pilihan utama adalah di UNDIP (Arsitektur) dan pilihan kedua adalah ke Teknik Sipil UNTAN. Walhasil, pilihan di UNDIP ga diterima… ternyata juga Teknik Sipil di UNTAN untuk kali ini tidak membuka peluang untuk bergabung.
Yup, itu kisah yang terjadi pada saya ketika bulan Agustus 2003 (hitung-hitung sudah lima tahun yang lalu). Mungkin wajar saja, toh juga saya dari SMK (walaupun negeri tepatnya SMKN 4 Pontianak) yang ga pernah ikut Primagama, Ganeca Operation (tahun dikit itu sepertinya belum ada di Ponti), atau bimbel lain-lain dan sebagainya. Walaupun sewaktu di SMK dulu saya bisa pada peringkat pertama dikelas selama enam semester (tiga tahun) sampai dengan lulus, juga ya… biasa saja sewaktu saya dapat peringkat pertama dari kelas 3 sewaktu kelulusanku…
Nasib, waktu itu kurang beruntung karena program PMDK (sekarang PSSB) seangkatan saya tidak dijalankan sekolah (yang jelas informasinya tidak jelas), namun tidak demikian dengan adik kelas saya (mungkin karena sistem disekolah sudah mendingan) mereka dengan mudah masuk ke universitas dengan modal prestasi sekolahnya melalui PMDK…
Diluar “kesedihan” itu, setidaknya saya bersyukur karena minat saya adalah Arsitektur bukan Sipil hingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk di Program Studi Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP). Saya percaya, arsitek salah satu karir profesional yang sedari dulu telah saya pancangkan.
Begitulah, hingga akhirnya saya memilih untuk tetap studi di Teknik Arsitektur Undip. Sekarang saya ada disana, jalan yang saya tuju dengan rute yang lain…
Sederhananya saya merasa bahagia di UNDIP (apakah hanya saat ini saja?), diantaranya dapat dilihat dari mulai kesiapan panitia dalam sistem seleksi mahasiswa baru, sampai dengan penyelenggaraan kegiatan PMB (orientasinya). Sistem yang sistematis, terukur, disiplin tercermin dari kegiatan yang diadakan panitia. Walaupun dari segi umur mereka (panitia dari “kakak kelas”) lebih muda tiga bahkan enam tahun dari saya, saya dapat dengan berbesar hati mengatakan bahwa mereka adalah pemuda-pemudi yang hebat!
Acara “PELANGI” di Fakultas Teknik UNDIP sangat baik, banyak manfaat dan “inovatif”. Saya merasakan sekali suatu atmosfer bahwa di Undip cukup hangat, sehingga… kali ini saya adalah bagian dari Undip dari sekian banyak mozaik-mozaik yang dari kejauhan akan terlihat sama.
Semangat DIPONEGORO !!! Jaya TEKNIK !!!



Otreee deh Mas
SUKSES SELALU
:-]
OH YA AKU MO KASIH LINK BUAT MAJALAH DESIGN NIH MAS : MAJALAHWOW.VZE.COM
YAH BUAT REFRESSHING AJA
FAHMI NURWIDYANTO
PTI UNY
YOGYAKARTA
(Berhati Nyaman)
By: Fahmi on September 4, 2008
at 5:05 pm