<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Read! Jaen l Arifn is Writing</title>
	<atom:link href="http://cihooi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cihooi.wordpress.com</link>
	<description>Everthing; about Passion, Imagination + Expression</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 May 2011 13:48:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cihooi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Read! Jaen l Arifn is Writing</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cihooi.wordpress.com/osd.xml" title="Read! Jaen l Arifn is Writing" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cihooi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ramadhan: Bulan Penuh Berkah</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-bulan-penuh-berkah/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-bulan-penuh-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 06:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[RAMADHAN Bulan Penuh Berkah Katalog Dalam Terbitan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah / Alih Bahasa: Masrur Chudlori Original: Ramadhan: The Blessed Month of Islam, The Light, Inc. 2006 Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, PT Ramadhan: Bulan Penuh Berkah merupakan kumpulan tulisan mengenai bulan Ramadhan, yaitu bulan suci umat Islam. Kumpulan tulisan dalam buku ini mengulas sisi-sisi bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=47&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><strong>RAMADHAN</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><strong>Bulan Penuh Berkah</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;">Katalog Dalam Terbitan</span></p>
<p style="margin-left:.49in;margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><strong>Ramadhan:</strong></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Bulan Penuh Berkah / </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><strong>Alih Bahasa: Masrur Chudlori</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Original: Ramadhan: The Blessed Month of Islam, The Light, Inc. 2006</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"> Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, PT</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"> </span></p>
<div id="attachment_49" class="wp-caption alignright" style="width: 75px"><a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/05-ramadhan1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-49" title="Ramadhan Bulan Penuh Berkah" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/05-ramadhan1.jpg?w=65&#038;h=96" alt="" width="65" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">Ramadhan Bulan Penuh Berkah</p></div>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Ramadhan: Bulan Penuh Berkah</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em> merupakan kumpulan tulisan mengenai bulan Ramadhan, yaitu bulan suci umat Islam. Kumpulan tulisan dalam buku ini mengulas sisi-sisi bulan Ramadhan dalam berbagai pandangan penulis. Antara lain kita dapat membaca kenangan masa kecil salah seorang penulis yang begitu indah di bulan Ramadhan dalam </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Mengenang Ramadhan</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>. Juga kisah mengharukan yang menyentuh hati dalam </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Kisah-Kisah Ramadhan</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>. Buku ini juga mengulas bagaimana dahsyatnya </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Malam Lailatul Qadr, </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Malam Seribu Bulan. </em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Kumpulan tulisan dala</em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>m buku ini akan menggugah hati kita, menyadarkan kita akan  betapa mulia dan indahnya bulan Ramadhan – bulan yang dirindukan kedatangannya dan membuat berat hati kita untuk melepas kepergiannya. Inspirasi yang Anda petik dengan membaca buku ini akan membuka hati Anda untuk menyambut kebesaran dan keagungan Allah, serta berkah-Nya yang melimpah di bulan nan suci ini.</em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> (book statement)</span></span></span><span id="more-47"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Ramadhan, demikian merupakan bulan ke-9 dari duabelas bulan yang ada di kalender Hijriyyah (kalender Islam), banyak menghadirkan “misteri” diantaranya berupa pengalaman spiritual maupun pengalaman-pengalaman sosial lainnya dibulan berkah, rahmat, dan ampunan itu. </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Sejak kecil sebagian besar kita dididik untuk melaksanakan ibadah puasa, entahlah itu model ‘part time’ – karena memang setengah hari (walaupun itu dapat dikatakan tidak termasuk berpuasa, sebab mestinya dari terbit fajar hingga terbenam matahari), ataupun dengan model-model lain. Hal ini tentunya dimaksudkan oleh orang tua-orang tua, guru kita untuk melatih terutama dalam hal berpuasa dari makan dan minum yang pada gilirannya nantinya juga akan menjadi sepenuhnya yakni berpuasa dari pengendalian kebutuhan nafsu, dan berpuasa dari hal-hal yang membatalkan pahala ketika berpuasa.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Pengalaman-pengalaman di bulan Ramadhan sejak kecil sangat membekas dalam memori setiap diri muslim yang telah banyak melalui bulan suci ini. </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Menarik untuk disimak, bahwa pengalaman-pengalaman Ramadhan diantaranya juga sangat dipengaruhi oleh faktor geografis dan budaya setempat… bagi penduduk Indonesia tentunya sangat berbeda dalam mewarnai bulan Ramadhan dengan negara-negara di Timur Tengah, terlebih lagi di negara-negara Barat. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;">Pengalaman ketika berpuasa dimusim yang bersalju, mereka alami terutama di negeri Barat yang akan terasa sangat hangat terutama ketika sedang menunggu saat-saat berbuka. Terang warna-warni lampu malam ketika akan berangkat ke masjid… hal ini salah satunya dipaparkan oleh penulis dari negeri jauh disana.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;">Disamping berbuka bersama, potensi berkumpul ketika berbuka melahirkan gagasan-gagasan untuk saling dialog antar umat beragama. Bagi kita muslim, menunggu berbuka bagian dari ibadah puasa itu, sedangkan bagi mereka yang non-muslim yang diajak berbuka, tentunya dapat menganggap acara ini sebagai jamuan “dinner” yang disajikan oleh kaum muslim. Indah bukan?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Terlepas dari perbedaan tersebut, Ramadhan adalah sebuah wahana dengan kisaran kegiatan untuk menggapai berkah, rahmat, dan ampunan-Nya. Ini tentang pengendalian diri dari nafsu hewani, pengendalian diri dari amarah syaitan, pengarahan diri akan kedekatan kepada Rabb, tebarkan kasih sayang sesama manusia, waktu yang sangat dianjurkan untuk saling berbagi entahlah itu sadaqah, infaq ataupun zakat dan pada gilirannya </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">ada sebuah puncak prosesi dimana perayaan kegembiraan bersama-sama di Ied, Iedul Fithri….</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=47&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-bulan-penuh-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/05-ramadhan1.jpg?w=65" medium="image">
			<media:title type="html">Ramadhan Bulan Penuh Berkah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/menata-kembali-pasar-tradisional-kita/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/menata-kembali-pasar-tradisional-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 09:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus + Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[Architecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA (Studi Kasus Pasar Siantan Indah, Pontianak Utara) Ditulis untuk mata kuliah Apresiasi &#38; Kritik Arsitektur. Sebuah pasar, layaknya seperti yang ungkapkan pepatah lama, “ada gula ada semut”. Artinya dimana terdapat permukiman penduduk, demikian juga keberadaan pasar, akan terbentuk secara peripheral. Masyarakat-masyarakat khususnya masyarakat kota, akan sangat bergantung pada keberadaan pasar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=43&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>MENATA KEMBALI PASAR TRADISIONAL KITA</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond,serif;">(Studi Kasus Pasar Siantan Indah, Pontianak Utara)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:left;">Ditulis untuk mata kuliah Apresiasi &amp; Kritik Arsitektur.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;">Sebuah pasar, layaknya seperti yang ungkapkan pepatah lama, “</span><span style="font-family:Garamond,serif;"><em>ada gula ada semut</em></span><span style="font-family:Garamond,serif;">”. Artinya dimana terdapat permukiman penduduk, demikian juga keberadaan pasar, akan terbentuk secara peripheral. Masyarakat-masyarakat khususnya masyarakat kota, akan sangat bergantung pada keberadaan pasar. Dengan alasan bahwa pasarlah yang dapat menyediakan kebutuhan hidup terutama kebutuhan primernya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;">Secara umum pasar dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing-masing golongan memiliki sistemnya masing-masing. Dan yang perlu dicatat bahwa hingga saat ini baik keberadaan, peran ataupun eksistensinya </span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">dari sebuah pasar masih dirasakan oleh masyarakat. Keduanya memiliki persamaan dalam hal tujuan, yaitu pasar difungsikan sebagai tempat transaksi barang-barang dan jasa.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Ketika kita melihat sejenak sebuah pasar tradisional, interaksi antara pedagang dengan pembeli terjadi secara langsung. Hal ini membuka kemungkinan bagi keduanya untuk berkomunikasi dengan baik. Selain itu, munculnya pasar-pasar berkonsep modern terus berkembang , mulai dari </span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>minimarket</em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">, </span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>supermarket</em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"> dan </span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>hypermarket </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">dengan k</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">onsep yang ditawarkan seperti, interaksi yang intens antara orang dan barang, serta sarana dan prasarana yang dikondisikan untuk melayani para pembeli dengan sebaik-baiknya. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Kendati demikian, persaingan pasar tradisional dengan pasar modern</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"> tidaklah terhenti begitu saja, dikarenakan pasar tradisional melibatkan banyak orang dan berbagai kepentingan. Dan dapat dilihat bahwa pasar tradisional masih tergolong sebagai sesuatu yang masih dibutuhkan, dengan alasan bahwa:</span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Pertama, </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">pasar tradisional pada umumnya orientasinya dekat dengan permukiman penduduk sehingga ia akan menjadi alternatif pertama bagi orang-orang yang akan berbelanja secara rutin (harian), belanja secara mingguan ataupun belanja secara bulanan.</span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Kedua, </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">harga lebih murah daripada harga-harga yang ada di pasar modern.</span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Ketiga, </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">umur sayuran dan buah-buahan umumnya lebih segar, karena waktu penjualan terhadap waktu pemetikan tidak terlalu lama.</span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Akti</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">vitas yang ada pada pasar tradisional secara garis besar adalah aktivitas jual-beli (transaksi barang dan jasa) disertai negosiasi sebelumnya, persiapan yang dilakukan pedagang sebelum menggelar dagangannya serta aktivitas lain yang terkait barang dan jasa. Sedangkan orang-orang yang terlibat didalamnya sangat beragam, baik dari segi latar belakangnya maupun dari segi SARA.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Dan dengan sebab-sebab tersebut diatas, maka kecenderungan permasalahan yang  sedang dihadapi oleh pasar tradisional (kasus Pasar Siantan Indah) adalah jumlah dan keberagaman orang-orang yang ada di pasar tersebut. Dengan jumlah orang yang banyak, dan tidak dikedalikan oleh sistem yang sehat, menjadikan pasar tersebut sangat tidak teratur.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Secara terperinci, masalah yang timbul akibat ketidakteraturan sistem dengan peran sebagai pengontrol orang banyak antara lain:</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Rasa 	aman rendah</em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em> bagi pembeli, </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">baik 	ketika sedang berbe</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;">l</span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">anja 	atau meninggalkan kendaraan di tempat parkir.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Kekumuhan 	meningkat, </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">dikarenakan 	rasa memiliki ataupun tanggung jawab terhadap pasar sangat rendah. 	Sehingga kebanyakan tindakannya tidak berdasarkan pada kesadaran.</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID"><span style="font-family:Garamond,serif;">Selain itu, secara fisik permasalahan lain yang dihadapi adalah, antara lain:</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Suasana 	yang tidak nyaman,</em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"> karena pada saat siang hari, sengatan sinar matahari langsung 	menembus dan vegetasi tidak ditemukan ditempat tersebut.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"><em>Cuaca </em></span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">hujan 	yang sering terjadi dan dengan prasarana tidak cukup baik, air hujan 	tersebut tergenang dijalan-jalan dan mengakibatkan kerusakan.</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Sehingga dapat dipahami bahwa permasalahan utama yang dihadapi pasar tradisional adalah kurangnya pengendalian sistem yang ada di pasar.</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"> Pengendalian ini tentunya terkait juga dengan pengendalian terhadap banyak orang sebagai pelaku langsung yang menerima suatu manfaat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Sistem-sistem yang ada hingga saat ini adalah sistem yang terbentuk atau terpola secara alamiah seiring dengan berkembangnya pasar mulai dari saat pasar tersebut terbentuk. Namun sistem itu masih belum menyeluruh dalam skala pasarnya, melainkan masih dalam skala yang kecil atau kelompok-kelompok tertentu. Ataupun yang terjadi, pasar terlebih dahulu terbentuk kemudian sistem yang masuk dan akibatnya yang terjadi adalah ketidak-efektifan sistem yang diterapkan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Pengendalian sistem yang perlu dilakukan harus mencakup semua, seperti sistem organisasi, sistem operasional dan sistem fisik. Urutan pertama yang terangkai adalah sistem organisasi yaitu pengorganisasian semua elemen yang terlibat dalam pasar tersebut. Pengorganisasian ini berguna untuk menentukan visi dan misi bersama, kemanakah arahnya? Apakah manfaatnya bagi setiap anggota orgaisasi? Serta bagaimana menjalankannya?, itu semua adalah kesepakatan bersama. Jadi apapun tindakan dan tujuan masing-masing harus memperhatikan kesepakatan bersama. Tentunya kesepakatan itu adalah kesejahteraan bagi semua dan sistem pengorganisasian juga dapat berperan sebagai bahan evaluator bagi semua orang yang terlibat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Setelah sistem organisasi tebentuk, sistem operasional selanjutnya dapat  di tentukan.</span></span><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID"> Operasional menyangkut kegiatan-kegiatan yang ada dipasar bagi setiap pedagang atau lainnya. Sistem operasional memperhatikan kegiatan yang dilakukan selama para pedagang berdagang serta kegiatan diluar jam/waktu perdagangan yang terjadi sebelum ataupun sebelum aktivitasnya tersebut. Contoh lain adalah kontribusi sampah dan limbah, operasionalnya juga seharusnya sudah terkelola melalui sistem organisasi.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Dari kedua sistem diatas, sistem lainnya adalah sistem fisik. Sistem fisik dibuat berdasarkan pertimbangan sistem organisasi maupun sistem operasional. Sistem fisik meliputi ruang, struktur, pergerakan, kualitas cahaya, warna, tekstur, pemandangan dan lain-lain. Keberadaanya dapat dirasakan melalui indra pada umumnya apakah pasar tersebut nyaman, aman dan lain-lain sesuai dengan standar bagi kenyamanan publik.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span lang="id-ID">Dengan pengendalian sistem-sitem tersebut, eksistensi sistem akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dan jika sistem tidak berjalan ataupun diterapkan dengan baik, maka permasalahan pasar tradisional terutama yang terkait dengan terlibatnya banyak orang, tidak akan terhenti dan dapat memperparah permasalahan yang ada.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=43&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/menata-kembali-pasar-tradisional-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A for Architecture</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/a-for-architecture/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/a-for-architecture/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 09:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus + Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[Architecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Untuk arsitektur&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=41&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk arsitektur&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=41&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/13/a-for-architecture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Goblok Ketemu Murid Goblok</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/27/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/27/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 04:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[GURU GOBLOK KETEMU MURID GOBLOK; Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rachim Katalog Dalam Terbitan GURU GOBLOK Ketemu MURID GOBLOK, Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rahim / Imam Supriyono Surabaya: SNF Consulting, 2008 xviii + 285 halaman 110 x 180 mm Menjadi entrepreneur dan investor sukses cara orang goblok, segelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=27&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GURU GOBLOK KETEMU MURID GOBLOK;<br />
Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rachim</p>
<p>Katalog Dalam Terbitan<a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/guru-goblok-ketemu-murid-goblok.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-30" title="guru-goblok-ketemu-murid-goblok" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/guru-goblok-ketemu-murid-goblok.jpg?w=202&#038;h=300" alt="" width="202" height="300" /></a><br />
GURU GOBLOK Ketemu MURID GOBLOK, Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur dan Investor dari Abdul Rahim / Imam Supriyono<br />
Surabaya: SNF Consulting, 2008<br />
xviii + 285 halaman 110 x 180 mm</p>
<p><em>Menjadi entrepreneur dan investor  sukses cara orang goblok, segelas air kencing jaminan hutang, sembelih saja anakmu!, jika mau bunuh diri, dasar anjing!, entrepreneur kondom bocor, nyontoh  Starbuck dan Air Asia, guru bisnis sekaligus murid bisnis, untuk guru dan dosen juga, pake tuh otak, hua ha ha…<br />
Perjalanan panjang membutuhkan perbekalan yang memadai. Demikian pula perjalanan panjang Anda, para entrepreneur dan investor, dalam membangun perusahaan berkelas dunia. Ada masa-masa indah dan manis, tentu ada pula masa-masa berat: goncangan ekonomi, krisis finansial, stress, nyaris bunuh diri.<br />
Buku ini mencoba mempersiapkannya. Agar Anda tetap tegar menghadapi segala goncangan. Bahkan, makin besar goncangannya, semakin kokohlah perusahaan yang Anda bangun. Persis seperti anak sekolah goblok yang tetap rajin masuk sekolah walaupun berkali-kali tetap tidak naik kelas.<br />
Tidak cukup hanya dengan ketegaran. Suatu saat Anda juga butuh semacam “viagra”. Agar “bertegangan tinggi” dalam membesarkan perusahaan. Selalu bersemangat tinggi dalam membangun perusahaan yang tumbuh konsisten dari generasi ke generasi. Yaa… buku ini adalah “viagra”-nya.<br />
Materi yang ada pada buku ini memang berintikan inspirasi bagi Anda entrepreneur dan investor. Sumber inspirasi utama buku ini adalah  dari pemikiran Pak Abdul Rachim, seorang notaris-investor yang biasa dipanggil Pak Rohim. Namun demikian, karena sepenuhnya ditulis oleh sang penulis, maka disana-sini dilengkapi dengan penjelasan atau narasi materi dari berbagai sumber… (book statement)</em><br />
Sebuah seri pembakar semangat terutama bagi para investor dan entreprener, dengan joke-joke segar seputar pengalaman-pengalaman ketika belajar-mengajar bisnis di lingkungan real. Kegoblokan seorang murid yang secara lamban belajar dan terlalu banyak mengulangi kesalahannya, namun ia tetap ngotot bahwa ia mampu untuk melewati pelajaran tersebut. Sebagai sebuah parameter keberhasilannya dapat diukur atas apa yang telah diperolehnya; sebelum belajar belum bisa, maka sesudah belajar sudah sewajarnya bisa! Akan tidak wajar apabila setelah belajar masih belum bisa.<span id="more-27"></span><br />
Sederhana saja, ketika belum sekolah dasar kita belum bisa baca tulis, sebagai parameternya maka bapak guru atau ibu guru akan menaikkan kita kekelas berikutnya jika mampu untuk mengenali tulisan (dapat membaca dan menulis). Selanjutnya SMP keberhasilan apa yang dapat kita capai? Masa SMA yang menurut banyak cerita cinta adalah masa yang paling indah, keberhasilan model seperti apa yang telah kita capai? Kuliah, untuk dapat pengakuan sarjana, apa keberhasilan kita setelah melewatinya? Atau hanya secarik ijasah dengan GPA / IPK 4.00 dari skala 4? Keberhasilan real yang lainnya?<br />
Atau hanya duduk manis tunggu uang gaji bulanan, seperti banyak tertera dalam iklan baris koran “dapat bekerja underpressure”, berkerja layaknya robot dengan artificial intelligent yang telah diprogram canggih!<br />
Penulis, Imam Supriyono, memaparkan semangat-semangat untuk ber-entreprenership  dan ber-investasi dimulai dari cara orang-orang goblok yang gigih atau lebih enaknya disebut ngotot  dalam mempelajari sesuatu sampai dengan berhasil. Setelah itu belajar lagi hal lain yang belum dikuasianya, dan seterusnya… Sang guru yang selalu mengajari muridnya dengan kontinu tanpa mengeluh muridnya lama banget goblok daripada ngertinya, sehingga iapun “ketularan” goblok oleh muridnya karena hanya mengajarkan itu-itu saja berulang-ulang kali.<br />
Sebagai guru yang mengaku goblok karena tidak bisa mendidik muridnya yang notabene goblok juga, setidaknya mempunyai i’tikad baik – agar murid gobloknya berhasil dan lepas dari kegoblokan tersebut. Kisah inspiratif cara-cara orang yang tekun (mungkin karena goblok, ga ngeti-ngerti) belajar, bagaimana melangkah untuk mencari modal dan janji dengan jaminan air kencing! Mesti dapat rela berkorban, sembelih saja anakmu! Jika mau bunuh diri! Makian-makian, atau juga entrepreneur kondom bocor (analogi bahwa rencana mesti tepat, tanpa kesalahan fatal)…<br />
Pelajaran terbaik yang dapat diperoleh, apa yang dapat kita capai setelah mempelajari sesuatu dengan bersusah payah? Merasa bodoh, mendorong kita untuk selalu mempelajari hal-hal baru dimana kita masih bodoh, setelah pintar kita mencari kebodohan kita pada hal yang lainnya seterusnya…sehingga   berbahagialah orang goblok yang sadar kegoblokannya dan berusaha tetap belajar!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=27&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/27/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/guru-goblok-ketemu-murid-goblok.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">guru-goblok-ketemu-murid-goblok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Stupid Mans</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/the-stupid-mans/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/the-stupid-mans/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 04:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[THE STUPID MANS Orang-Orang Bodoh yang Menggemparkan Dunia Katalog Dalam Terbitan THE STUPID MANS: Orang-orang bodoh yang menggemparkan dunia/Hotimah. Yogyakarta: Cermerlang Publishing, Mei 2008 203 halaman Bodoh bukan berarti gagal, pintar juga tidak berarti sukses. Kebodohan dan kepintaran adalah sesuatu yang relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita memandangnya. Seseorang yang pintar bisa saja menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=24&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>THE STUPID MANS<br />
Orang-Orang Bodoh yang Menggemparkan Dunia</p>
<p>Katalog Dalam Terbitan<a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/the-stupid-mans.jpg"><img class="size-medium wp-image-25 alignright" title="the-stupid-mans" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/the-stupid-mans.jpg?w=205&#038;h=300" alt="" width="205" height="300" /></a><br />
THE STUPID MANS: Orang-orang bodoh yang menggemparkan dunia/Hotimah.<br />
Yogyakarta: Cermerlang Publishing, Mei 2008<br />
203 halaman</p>
<p>Bodoh bukan berarti gagal, pintar juga tidak berarti sukses. Kebodohan dan kepintaran adalah sesuatu yang relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita memandangnya. Seseorang yang pintar bisa saja menjadi bodoh dalam suatu hal. Dan begitu pula seseorang yang bodoh bisa menjadi pintar dalam hal yang tidak kita sangka. Seseorang tidak mungkin pintar dalam semua hal dan seseorang bodoh tidak mungkin juga bodoh dalam segala hal. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan akal dan pikiran, jauh lebih tinggi derajatnya dari makhluk lain.<br />
Kegagalan bukan akhir dari segalanya, namun kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Sebut saja Edison, ia baru berhasil menemukan bola lampu setelah mengalami 2000 kegagalan. Ketika seorang wartawan mewawancarainya, Edison menjawab “Aku tidak satu kalipun gagal, hanya saja aku melewati 2000 tahap untuk menciptakannya”. (book statement)<br />
Dengan judul yang cukup ‘seksi’ penulis mencoba memikat pembacanya untuk menjelajahi lebih jauh bagaimana mungkin orang-orang ‘bodoh’ tersebut dapat menggemparkan dunia? Klaim, setidaknya persepsi orang-orang kebanyakan kepada tokoh ‘bodoh’ tersebut pada masa-masa awal pembentukan intelektualitas dan karirnya dapat dikatakan memojokkan orang-orang besar tersebut.<br />
Uraian penulis dimulai dari sains, politisi dan pengusaha, perfilman, sastra dan musik, serta para atlet. Diantaranya Albert Einstein dengan teori relitivitasnya, Isaac Newton dengan teorema-teorema fisika modern, Thomas Alva Edison dengan temuan-temuan yang ‘seabreg’, Charles Darwin dengan petualangan dan pendokumentasian alam, Wiston Churchill dengan pengalaman perang dan kekuasaannya di Inggris, Aristotels Onassis dengan bisnis tembakau, kapal dan memperistri janda-nya John F. Kennedy, Marilyn Monroe dengan simbol fulgarnya, Sylvester Stallone dengan peran ototnya, Leo Tolstoy, Leon Marcus, Beethoven, serta Pete Seibert dan Babe Ruth.<br />
Seperti pada pernyataan buku tersebut, mereka hanya lemah pada satu sisi, namun tidak lemah pada sisi lain. Kendati demikian, terlalu singkat untuk dapat menyimpulkan bahwa tokoh-tokoh tersebut dapat dikatakan ‘bodoh’. Sebut saya Sir Isaac Newton, walaupun terlahir sebagai bayi prematur pada literatur lain, namun ia lebih tertarik pada eksperimen-eksperimen sejak kecil terhadap gejala-gejala fisika. Dan ia sampai dengan akhir hayatnya sangat berpengaruh terutama bagi Inggris sebagai seorang jenius. Sehingga ada anekdot, “Newton dapat menemukan teori-teori gravitasi dan gaya setelah memikirkan ketika apel jatuh tepat dikepalanya, namun bagai mana dengan kita? Mungkin kita senang hanya cukup untuk memakan apel tersebut…”<br />
Kendati terlalu singkat untuk memaparkan ‘biografi’ tokoh-tokoh tersebut, dapat dilihat benang merah antara satu tokoh dengan lainnya. Ya, sikap tegap terhadap cemoohan kebanyakan orang dan pantang menyerah untuk melakukan hal yang diyakininya benar dan menarik minatnya. Dan pada akhirnya juga, kebanyakan publik dapat mengakui kelebihan-kelebihan mereka jauh diatas kekurangannya.<br />
Ini merupakan sebuah analogi Samson dengan kekuatan super namun kelemahannya cukup ‘menggelikan’! bulu ketiaknya. Sebagai manusia pula, mereka adalah tokoh dengan prestasi yang besar dengan menyertakan sedikit ‘kebodohan’ (atau lebih tepatnya disebut sebagai kegagalan).<br />
Bagaimana kalau kita menilik sejenak ‘titik kelemahan’ para punggawa sejarah dan belajar dari kegigihannya?  Let’s check it!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=24&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/06/the-stupid-mans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/the-stupid-mans.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">the-stupid-mans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bidadari Paderi</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/bidadari-paderi/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/bidadari-paderi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[BIDADARI PADERI Katalog Dalam Terbitan Bidadari Paderi/Syaiful Ardi Imam, Lc. Jakarta: Penerbit Republika, 2007 iv + 392 halaman 20.5 x 13.5 cm Jauhari, lahir dan tumbuh dalam masyarakat Minangkabau yang kuat memegang adat pada masa berkembangnya gerakan Paderi dalam rentang waktu 1800-1830an. Sebagai kader gerakan Paderi yang bermimpi membangun masa depannya, ia juga ingin menikah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=12&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">BIDADARI PADERI</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/bidadari-paderi.jpg"><img class="size-medium wp-image-13 alignright" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/bidadari-paderi.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Katalog Dalam Terbitan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Bidadari Paderi/Syaiful Ardi Imam, Lc.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Jakarta: Penerbit Republika, 2007</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> iv + 392 halaman 20.5 x 13.5 cm</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Jauhari, lahir dan tumbuh dalam masyarakat Minangkabau yang kuat memegang adat pada masa berkembangnya gerakan Paderi dalam rentang waktu 1800-1830an.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Sebagai kader gerakan Paderi yang bermimpi membangun masa depannya, ia juga ingin menikah dengan Nilam, seorang teman guru mengaji yang dikaguminya. Namun, mimpi itu menjadi berantakan karena sebuah persekongkolan jahat yang membuatnya terusir dari kampung.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US"><em>Dalam perantauan di Bukittinggi, ia menghadapi masalah besar. Jauhari terlibat perdagangan ganja. Ia tertangkap pasukan Paderi dan terancam hukuman mati di tiang gantungan.</em></span><span lang="en-US"><em> </em></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">(book statement)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Kisah tentang pemuda dalam memaknai hidup, dimulai dari pencarian </span><span lang="en-US">cita-citanya… hidup tiada terinjak, dalam hangat sakinahnya keluarga… harap akan ke-syahid-an.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dewasa sebagai yatim piatu dari seorang ayah pejuang Paderi yang menjadikan hartanya sebagai penyokong gerakan tersebut, oleh karena perjuangan ayahnya tersebut menjadikannya ia dibesarkan oleh Amak dan Apaknya (kakek dan neneknya) di sebuah kampung dengan ciri sebagian besar masyarakatnya adalah para petani.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan kasih sayang amak dan apaknya ia tumbuh sebagai pemuda yang masuk kedalam katagori pemuda “tak berbakat bertani”. Kendati demikian, amaknya mendidik ia dengan baik agamannya. Hal itu menjadikannya merasa bahwa bertani bukanlah jalannya untuk memperbaiki “prestise”, sehingga ia memutuskan untuk merantau ke Bukittinggi dalam rangka berniaga.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Diluar dari rencananya, ketertarikan keluarga gadis yang selama ini menarik hatinya untuk meminang pemuda tersebut dikarenakan akhlaqnya, dipertimbangkan oleh pemuda tersebut cukup matang. Namun, sejauh ini ia belum “PD” untuk menyetujui rencana pernikahan yang selama ini sering terbesit dalam benaknya. Dalam jiwanya ia menginginkan hal tersebut, tetapi di sisi lain </span><span lang="en-US">ada sesuatu yang perlu ia raih, dimana ia bisa berbuat banyak hal kebaikan dengan itu. Kekayaan, keberhasilan dalam perniagaan dari keringatnya sendiri seperti ayahnya terdahulu…</span></span><span id="more-12"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Banyak hal yang tidak berjalan dengan keinginan sementaranya, sehingga ia mesti dapat hukuman diusir dari kampung halaman. </span><span lang="en-US">Hasratnya untuk meninggalkan kampung halaman tercapai, namun ternyata ia berbekal fitnah yang cukup memalukan…</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Perantauannya di Bukittinggi </span><span lang="en-US">memaksanya masuk dalam jaringan pengedar obat terlarang, dan konsekuensi hukuman gantung oleh pasukan Paderi. Kondisi ini yang membuatnya lebih dekat dalam semangat-semangat kaum Paderi – penentang kaum kolonial Belanda. Sebagaimana dengan semangat panggilan jihad yang selalu didambakan bagi tiap muslim yang merindukan syurga-Nya, paradigma hidup sang pemuda berubah, dari cara mengukur keberhasilan berdasar pada seberapa banyak harta yang diperolehnya, alih-alih hidup ini adalah perjuangan untuk menggapai kebahagiaan melalui jihad…</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Bersama dengan keluarga barunya, </span><span lang="en-US">bersama para bidadari-bidadari Paderi ia menjalani sebagai pejuang Paderi hingga akhir hayatnya…</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-US">Penuturan penulis tentang arti hidup, perjuangan, cinta dan keluarga membawa pembaca pada masa perang pra-kemerdekaan, dimana masyarakatnya adalah pemegang tradisi yang gigih mempertahankannya dari pengaruh-pengaruh luar. </span><span lang="en-US">Termasuk yang dilakukan oleh para penyiar Paderi arti pentingnya pemurnian syariat Islam di tanah Minang…</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sejauh apakah cita-cita kita?</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=12&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/bidadari-paderi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/bidadari-paderi.jpg?w=199" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aku Beriman Maka Aku Bertanya</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/aku-beriman-maka-aku-bertanya/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/aku-beriman-maka-aku-bertanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[AKU BERIMAN, MAKA AKU BERTANYA Kajian-Kajian Masuk Akal dan Masuk Hati Untuk Meraih Iman Sejati Katalog Dalam Terbitan Diterjemahkan dari bagian pertama Losing My Religion: A Call for Help karangan Jeffrey Lang Amana Publications, Beltsville, Maryland 2004 Penerjemah: Agung Prihantono PT. SERAMBI ILMU SEMESTA April 2007 Jika ditanya mengapa Prof. Jeffrey Lang masuk Islam dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=7&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><strong>AKU BERIMAN, MAKA AKU BERTANYA</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><strong>Kajian-Kajian Masuk Akal dan Masuk Hati Untuk Meraih Iman Sejati</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;">Katalog Dalam Terbitan</span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;"><span lang="en-US">Diterjemahkan </span></span><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;"><span lang="en-US">dari bagian pertama </span></span><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;"><span lang="en-US"><em><strong>Losing My Religion: A Call for Help</strong></em></span></span><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;"><span lang="en-US"><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;"><span lang="en-US">karangan Jeffrey Lang</span></span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/aku-beriman-maka-aku-bertanya.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-8" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/aku-beriman-maka-aku-bertanya.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;">Amana Publications, Beltsville, Maryland</span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;">2004</span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;">Penerjemah: Agung Prihantono</span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;">PT. SERAMBI ILMU SEMESTA</span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Tw Cen MT,sans-serif;">April 2007</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Jika ditanya mengapa Prof. Jeffrey Lang masuk Islam dua dasawarsa silam, jawabannya singkat saja: Al-Qur’an. Bacalah</em></span></span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em> al-Qur’an dengan terus bertanya, niscaya segala tanya akan terjawab. Itulah pengalaman tak terlupakan dari P</em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>rof. Lang, sebuah dialog ruhani yang menantang sekaligus menyejukkan. Berbagai gugatan dan kegelisahan akalnya</em></span></span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em> terjawab secara meyakinkan dalam al-Qur’an.</em></span></span></p>
<p style="margin-left:1.25cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Kini – Islam menjadi agama paling pesat perkembangannya di Amerika, terbesar kedua setelah Kristen, dan paling gencar dicitrakan buruk – giliran sang profesor yang digugat untuk menjawab. Generasi Islam setelahnya </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>mengalami banyak kesukaran untuk merengkuh Islam ditengah-tengah budaya sekuler. Merekapun melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis, bahkan subversif, seputar Islam: autentisitas al-Qur’an, sifa-sifat Allah, derita manusia dan keadilan Allah, kenabian Muhammad dan pernikahan beliau, pemindahan kiblat, serta dinamika keberagaman muslim kontemporer </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>lainnya.</em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><em>Apa adanya, objektif, dan tak mengelak dari kontroversi. Itulah gaya Prof. Lang menjawab pertanyaan. Menurutnya, pertanyaan rasional tidak merongrong iman. Justru, untuk menggapai iman sejati, kita harus membebaskan diri dari tradisi dan memeriksa keyakinan-keyakinan kita secara rasional. Jawaban-jawaban Prof. Lang tidak hanya logis dan tak terbantahkan, tapi juga menyegarkan iman lewat penuturan pengalaman-pengalaman spiritualnya.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Buku ini mengulas banyak pertanyaan yang dianggap tabu dilontarkan di masjid-masjid atau forum-forum keagamaan konservatif. Uniknya, banyak penanya di buku ini yang mengakhiri pertanyaan mereka dengan kekhawatirkan dianggap ateis atau subversif kepada Tuhan. Ini artinya, mereka bertanya karena masih beriman dan butuh alasan meyakinkan; karena mereka mengaktifkan akal dalam mengimani Allah.… </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">(book statement)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Bukankah Nabi Ibrahim mem</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">ohon kepada Allah menunjukkan bukti kekuasaan-Nya? Demikian pinta Sang Nabi untuk meneguhkan keyakinan-keyakinannya akan ketauhidan Allah. Apa yang Allah tunjukkan pada Ibrahim AS? Beliau diperintahkan Allah untuk mencari 4 ekor binatang bersayap (bangsa burung) yang masing-masing berbeda, memenggal kepalanya dan menempatkan badan dan kepala binatang-binatang tersebut pada puncak bukit yang berbeda dan saling bersilan</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">gan…. Diperintahkan padanya beliau untuk memanggil bangkai-bangkai burung yang telah terpenggal kepala dan badannya….</span></span><span id="more-7"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Demikianlah Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, burung yang tersebut menghampiri Sang Nabi atas izin-Nya. </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Bukti bahwa para Nabi tentu bertanya pada Tuhannya, setidaknya itu dapat kita lihat sejak kata “iman” itu muncul. Sang Nabi bukannya meragukan atas keimanannya, melainkan “agar jiwaku lebih tenteram dengan imanku!”. Atas nama keimananku, maka aku bertanya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Sesuai dengan apa yang telah Prof. Lang tulis dalam bukunya “Aku Beriman, Maka Aku Bertanya”.</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Mempertanyakan hal-hal mulai dari perihal dasar baik itu autentisitas Al-Qur’an, sampai dengan permasalahan kegelisahan-kegelisahan saudara-saudara kaum Muslim lain. Seperti halnya Nabi Ibrahim, tentunya tidak sedikit kaum Muslim yang mempertanyakan perihal agamanya untuk meneguhkan keimanan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Sebagai lingkup kajiannya, Prof. Lang mengambil cakupan wilayah Muslim di Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinkan hal ini dapat berlaku bagi umat Muslim di tempat lain.</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Sederhananya, beliau merujuk pada Muslim generasi kedua di Amerika. Yang mana Muslim generasi kedua adalah mereka-mereka yang terlahir dari keturunan Muslim dan tentunya “mau tidak mau” juga beragama Islam. Sedangkan relevansinya bagi kita adalah bahwa kebanyakan dari kita terlahir sebagai orang Islam (mayoritas di Indonesia). Sehingga apabila diruntunkan berdasarkan generasi sudah barang tentu tidak dapat disebut sebagai muslim generasi kedua, melainkan muslim generasi ke-n (seperti dalam matematika, fariabel n adalah bil</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">angan yang … buanyak lagi !!!).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Menjadi generasi muslim kedua </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">terlebih lagi generasi muslim ke-n (baca “en”) dengan perkembangan lingkungan secara mikro maupun makro bersifat sekuler ataupun materialistis, sangatlah berat tantangannya. Analoginya berupa permainan tebak kata secara estafet, dimana orang pertama menerima beberapa kalimat, diteruskan ke orang kedua, ketiga, dan seterus</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">nya. Kalimat yang disampaikan pihak pertama sampai dengan pihak yang terakhir lebih cenderung mengalami perbedaan (distorsi). Dengan demikian, pendidikan maupun pola penyampaian ilmu generasi muslim pertama dan kedua (termasuk ke-n) memiliki perbedaan/kesenjangan beriringan dengan lingkungan yang kian materialistik.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Perkembangan budaya, terutama dalam hal pendidikan (saat ini dan kedepannya) cenderung untuk mendorong anak-anak didiknya untuk kritis dalam menanggapi suatu isyu. Kritis diantaranya dengan mencoba mencari jawaban dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan beserta argumentasi yang mendukung hal tersebut. Bagi muslim generasi kedua, tidak sedikit diantara mereka yang telah sampai di “persimpangan jalan”. Persimpangan antara nilai-nilai ajaran Islam yang kian lama kian dipandang “meragukan”  dengan budaya baru populer saat ini. Ajaran Islam alih-alih menyuguhkan banyaknya larangan, sangat berbeda halnya dengan budaya populer di sisi lain, nyaris tanpa larangan (berbanding terbalik). Mode yang “cool”, seni “bertelanjang” sebagai suguhan artistik, melayangnya jiwa dengan “sakau”, sampai dengan free-ML (free zinah) sebagai sebuah aktivitas layaknya makanan tanpa pandang halal-haram dalam mendapatkannya. Bukankah lebih banyak tersaji saat ini?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Tidak disangkal bahwa suguhan-suguhan budaya populer sangat menghauskan persis seperti orang yang ke</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">hausan dipadang pasir. Atas pantangan yang diajarkan Islam, sebagai generasi yang terbiasa kritis </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">fakta di lapangan dapat dijadikan pijakan dalam mengajukan pertanyaan (sekalipun tidak kritis, tidak sedikit diantara mereka juga mempertanyakan). Pertanyaan dimulai dari benarkah ajaran ini (Islam)? Dari siapa datangnya? Siapakah Allah? Mengapa Allah menciptakan kita?Mengapa Ia seolah menjadikan banyak manusia menderita? Ketika bertanya soal sumbernya, maka akan banyak pertanyaan sekitaran tentang teologis.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Setelah pertanyaan-pertanyaan teologis, kembali pertanyaan kepada sang penyampai risalah, Nabi Muhammad</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> SAW</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">. Siapakah beliau Muhammad bin Abdullah? Benarkah Al-Qur’an bukan tulisan beliau? Kenapa beliau menikahi sepupunya yang juga mantan istri anak angkatnya? Mengapa beliau menikahi gadis belia, lebih-lebih mungkin dapat disebut sebagai anak dibawah umur? Mengapa beliau diperintahkan memindahkan arah kiblat ke Ka’bah?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Sampai pada tingkat pertanyaan diatas, </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">kendati telah menyakini bahwa ia telah percaya kepada ajaran Islam, mu</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">ncul pertanyaan susulan. Bukankah agama itu sama saja? Bukankah agama sama-sama mengajarkan tentang kasih sayang, tolong-menolong, saling memberi, menghargai, melindungi dan seterusnya? Kenapa jika ingin berbuat baik mesti beragama Islam? Itu lebih merupakan gugatan-gugatan atas agama Islam, yang mana dijawab dalam bab </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>Menjawab Gugatan Terhadap Agamaku.</em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Dan tidak sedikit setelah gugatan atas agama, diantara kaum muslim juga banyak mengalami kegelisahan. Kegelisahan-kegelisahan yang mengganggu fikiran dan pada akhirnya juga meruntunkan pertanyaan baru. Benarkah kegelisahannya itu merupakan keraguan?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Sebagai generasi muslim, ketika menyuguhkan pertanyaan banyak diantaranya dianggap tabu, tidak beriman atau bahkan diklaim murtad oleh mereka yang dalam hal ini lebih teguh keyakinan agamanya. </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Bagaimana nasibnya dengan generasi muslim kedua dan ke-n yang terkadang memang belum memahami agama ini dengan lengkap?  Tidak semata karena ketidaktahuannya, faktor intervensi budaya populer saat ini juga menuntut jawaban-jawaban atas pertanyaan diatas dari perspektif yan</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">g “fresh”, rasional dan tak terbantahkan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">Bersama Prof. Jeffrey Lang, </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">menjawab atas pertanyaan agama, gugatan-gugatan dan kegelisahan secara logis, pengalaman spiritualnya dan tentunya menjawab semua itu dengan Al-Qur’an. Bagi mereka muslim generasi kedua, generasi ke-n ataupun muslim yang belum tahu arah dari persimpangan antara jalan yang lurus dan jalan yang menggiurkan kenikmatannya, budaya populer materialistis. Memperjelas petunjuk-petunjuk yang mulai kabur, mari bertanya apa yang tidak kita mengerti dan tidak ketahui terlebih lagi meragukan tentang agama ini, Islam. Bertanya layaknya sang</span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"> Nabi Ibrahim AS, </span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US"><em>aku beriman maka aku bertanya </em></span></span><span style="font-family:Adobe Caslon Pro,serif;"><span lang="en-US">untuk meneguhkan dan menenteramkan iman ini. Wallahu’alam.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=7&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/09/02/aku-beriman-maka-aku-bertanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/aku-beriman-maka-aku-bertanya.jpg?w=198" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>That 1st I feel about UNDIP</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/27/that-1st-i-feel-about-undip/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/27/that-1st-i-feel-about-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 14:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus + Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[Me & Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cihooi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Tepatnya adalah tadi siang dan hari yang lalu (26 dan 27 Agustus 2008), merupakan hari dimana bagi saya untuk mengalami rasa sebagai mahasiswa UNDIP. Cape, sudah barang tentu namun hal itu tidaklah seberaba dibandingkan dengan &#8220;perasaan lain&#8221; yang lebih menyenangkan, terharu, bangga (mungkinkah?). Dalam salah satu materi acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UNDIP, dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=3&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepatnya adalah tadi siang dan hari yang lalu (26 dan 27 Agustus 2008), merupakan hari dimana bagi saya untuk mengalami rasa sebagai mahasiswa UNDIP. Cape, sudah barang tentu namun hal itu tidaklah seberaba dibandingkan dengan &#8220;perasaan lain&#8221; yang lebih menyenangkan, terharu, bangga (mungkinkah?).</p>
<p>Dalam salah satu materi acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UNDIP, dalam motivasinya cukup saya ingat; &#8220;semua orang capek, kerja capek, belajar capek, terlebih nganggur&#8230; capek juga bukan? namun dari itu semua, yang terpenting adalah capek tersebut berkualitas atau tidak? Apa sesungguhnya (terutama hal positif) yang dapat diperoleh dari capek?&#8221;</p>
<p>Setelah acara penerimaan mahasiswa baru di lingkungan UNDIP khususnya di fakultas Teknik-nya seharian,  badan ini rasanya capek,  namun pikiran saya tidak. Saya ingin mulai dari saat ini melanglang dunia imaginasi, dan menceritakan pada pembaca&#8230; ini adalah perdana saya!</p>
<p>Mungkin bagi sebagian orang atau entahlah bagi mereka bahwa hal ini tidaklah dianggap terlalu penting. Masuk ke Fakultan Teknik di Undip bagi saya memiliki makna tersendiri, terlebih lagi saya punya catatan &#8220;pribadi&#8221; tentang angan ini sejak lama. Dahulu kala (yang pastinya bukan jaman <em>megalithicum</em>), saya UMPTN (sekarang SMPTN) di Universitas Tanjungpura Pontianak untuk lintas regional ke Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. Skenarionya, pilihan utama adalah di UNDIP (Arsitektur) dan pilihan kedua adalah ke Teknik Sipil UNTAN. Walhasil, pilihan di UNDIP ga diterima&#8230; ternyata juga Teknik Sipil di UNTAN untuk kali ini tidak membuka peluang untuk bergabung.</p>
<p>Yup, itu kisah yang terjadi pada saya ketika bulan Agustus 2003 (hitung-hitung sudah lima tahun yang lalu). Mungkin wajar saja, toh juga saya dari SMK (walaupun negeri tepatnya SMKN 4 Pontianak) yang ga pernah ikut Primagama, Ganeca Operation (tahun dikit itu sepertinya belum ada di Ponti), atau bimbel lain-lain dan sebagainya. Walaupun sewaktu di SMK dulu saya bisa pada peringkat pertama dikelas selama enam semester (tiga tahun) sampai dengan lulus, juga ya&#8230; biasa saja sewaktu saya dapat peringkat pertama dari kelas 3 sewaktu kelulusanku&#8230;</p>
<p>Nasib, waktu itu kurang beruntung karena program PMDK (sekarang PSSB) seangkatan saya tidak dijalankan sekolah (yang jelas informasinya tidak jelas), namun tidak demikian dengan adik kelas saya (mungkin karena sistem disekolah sudah mendingan) mereka dengan mudah masuk ke universitas dengan modal prestasi sekolahnya melalui PMDK&#8230;</p>
<p>Diluar &#8220;kesedihan&#8221; itu, setidaknya saya bersyukur karena minat saya adalah Arsitektur bukan Sipil hingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk di Program Studi Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP). Saya percaya, arsitek salah satu karir profesional yang sedari dulu telah saya pancangkan.</p>
<p>Begitulah, hingga akhirnya saya memilih untuk tetap studi di Teknik Arsitektur Undip. Sekarang saya ada disana, jalan yang saya tuju dengan rute yang lain&#8230;</p>
<p>Sederhananya saya merasa bahagia di UNDIP (apakah hanya saat ini saja?), diantaranya dapat dilihat dari mulai kesiapan panitia dalam sistem seleksi mahasiswa baru, sampai dengan penyelenggaraan kegiatan PMB (orientasinya). Sistem yang sistematis, terukur, disiplin tercermin dari kegiatan yang diadakan panitia. Walaupun dari segi umur mereka (panitia dari &#8220;kakak kelas&#8221;) lebih muda tiga bahkan enam tahun dari saya, saya dapat dengan berbesar hati mengatakan bahwa mereka adalah pemuda-pemudi yang hebat!</p>
<p>Acara &#8220;PELANGI&#8221; di Fakultas Teknik UNDIP sangat baik, banyak manfaat dan &#8220;inovatif&#8221;. Saya merasakan sekali suatu atmosfer bahwa di Undip cukup hangat, sehingga&#8230; kali ini saya adalah bagian dari Undip dari sekian banyak mozaik-mozaik yang dari kejauhan akan terlihat sama.</p>
<p>Semangat DIPONEGORO !!! Jaya TEKNIK !!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=3&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/27/that-1st-i-feel-about-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Me: Jaen l Arifn</title>
		<link>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/26/hello-world/</link>
		<comments>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cihooi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Me: J]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Salam, Saya Jaen l Arifn, sementara sedang studi di Arsitektur UNDIP dari program DIII. Semua ini tentang hal-hal dimana hati saya tertarik untuk membahas, mata saya berbinar interest, fikiran saya meletup-letup &#8216;tuk menari diatas tuts&#8230; Singkat, yup dikarenakan CV saya juga hanya beberapa baris&#8230; Kadang (kadang-kadang, soalnya masih numpang di Wnet) online di YM dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=1&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Salam,</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/me-004.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-medium wp-image-19" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/me-004.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Saya Jaen l Arifn, sementara sedang studi di Arsitektur UNDIP dari program DIII.</p>
<p style="text-align:center;">Semua ini tentang hal-hal dimana hati saya tertarik untuk membahas, mata saya berbinar interest, fikiran saya meletup-letup &#8216;tuk menari diatas tuts&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Singkat, yup dikarenakan CV saya juga hanya beberapa baris&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Kadang (kadang-kadang, soalnya masih numpang di Wnet) online di YM dengan nick <span style="color:#008080;">cihooi</span> (<span style="color:#ff0000;">cihooi@yahoo.com</span>)</p>
<p style="text-align:center;">atau juga di <span style="color:#ff0000;">cihooi.mail@gmail.com</span></p>
<p style="text-align:center;">please Read! Jaen l Arifn is writing.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://cihooi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-245/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><a href="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/mempawah-me-copy.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-20" src="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/mempawah-me-copy.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cihooi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cihooi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cihooi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cihooi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cihooi.wordpress.com&amp;blog=4620158&amp;post=1&amp;subd=cihooi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cihooi.wordpress.com/2008/08/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03080582a6be63fe1d4d413802121674?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cihooi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/me-004.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://cihooi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-245/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cihooi.files.wordpress.com/2008/09/mempawah-me-copy.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
